Energi Terbarukan 18 menit Kupang, Nusa Tenggara Timur

Sistem Pengumpulan DC Pembangkit Listrik Tenaga Surya

Mengoptimalkan jatuh tegangan DC untuk pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) skala utilitas 50MW.

Rugi pengumpulan DC total 1,8% | Penghematan energi Rp 2,7 miliar per tahun | ROI tercapai dalam 18 bulan | Melebihi jaminan kinerja kontrak PPA

Challenge

Jalur string DC panjang di lingkungan bersuhu tinggi dengan anggaran rugi ketat 2% untuk PLTS skala besar

Solution

Optimasi ukuran string dengan penghantar aluminium dan penempatan inverter strategis untuk memaksimalkan produksi energi

Gambaran Proyek

Sebuah perusahaan energi terbarukan sedang mengembangkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 50MW di Kupang, Nusa Tenggara Timur. Lokasi ini dipilih karena iradiasi matahari yang tinggi (rata-rata 5,5 kWh/m²/hari) dan ketersediaan lahan yang luas. Proyek ini merupakan bagian dari program pemerintah Indonesia untuk mencapai bauran energi terbarukan 23% pada tahun 2025.

Tantangan utama dalam PLTS skala utilitas adalah mengoptimalkan sistem pengumpulan DC untuk meminimalkan rugi energi. Setiap persen rugi daya yang dapat dikurangi berdampak langsung pada pendapatan tahunan dan kelayakan finansial proyek dalam kontrak Power Purchase Agreement (PPA) jangka panjang.

Tantangan Lingkungan

Faktor Lingkungan Kritis

  • Suhu Ambien Tinggi: Suhu permukaan modul dapat mencapai 70°C, meningkatkan resistansi kabel hingga 20%
  • Jarak String Panjang: String terpanjang mencapai 250 meter dari modul terjauh ke combiner box
  • Anggaran Rugi Ketat: Target maksimum 2% rugi DC dari modul ke inverter
  • Korosi Udara Laut: Lokasi dekat pantai memerlukan pertimbangan material khusus
  • Standar PLN: Harus memenuhi persyaratan teknis PLN untuk sambungan ke jaringan 20kV

Strategi Optimasi DC

Pendekatan Multi-Tahap

  • Tahap 1 — Optimasi Tata Letak: Penempatan inverter di tengah zona array untuk mengurangi jarak rata-rata string 30%
  • Tahap 2 — Pemilihan Penghantar: Kabel DC solar 6 mm² aluminium untuk string pendek, 10 mm² untuk string panjang
  • Tahap 3 — Koreksi Suhu: Semua perhitungan disesuaikan dengan suhu operasi 70°C menggunakan faktor koreksi 1,20
  • Tahap 4 — Verifikasi: Simulasi PVsyst untuk memvalidasi rugi energi tahunan keseluruhan

Perhitungan Jatuh Tegangan DC

String terpanjang: 22 modul seri, Vmp = 750V DC, Imp = 11A

Panjang kabel: 250m, Kabel: 6 mm² aluminium (terkoreksi suhu)

Vd = 2 x 11A x 250m x 5,64 mΩ/m = 31,0V

Vd% = 31,0 / 750 x 100 = 4,1% - Melebihi anggaran!

Solusi: Upgrade ke 10 mm² aluminium

Vd = 2 x 11A x 250m x 3,39 mΩ/m = 18,6V

Vd% = 18,6 / 750 x 100 = 2,5% - Sangat mendekati target

Dengan relokasi inverter (jarak maks 180m):

Vd = 2 x 11A x 180m x 3,39 mΩ/m = 13,4V

Vd% = 13,4 / 750 x 100 = 1,8% - Memenuhi target 2%!

Dampak Finansial

1,8%
Rugi DC Total

Di bawah anggaran 2% yang ditargetkan

Rp 2,7M
Penghematan Tahunan

Dari optimasi rugi DC

18 bln
Periode Pengembalian

Biaya tambahan kabel & relokasi inverter

Poin-Poin Penting untuk PLTS

  • Koreksi suhu sangat penting — resistansi kabel pada 70°C bisa 20% lebih tinggi dari nilai pada 25°C.
  • Penempatan inverter lebih berpengaruh daripada sekadar meningkatkan ukuran kabel untuk mengurangi rugi DC.
  • Setiap 0,1% pengurangan rugi berdampak langsung pada pendapatan tahunan selama 25 tahun masa kontrak PPA.
  • Pastikan kepatuhan terhadap persyaratan PLN untuk sambungan jaringan dan standar kualitas daya yang berlaku di Indonesia.

Start Calculating

Ready to apply these concepts to your project? Use our professional voltage drop calculator.

Open Calculator

Related Case Studies